Israel Menolak Keputusan PPB Indonesia Murka Kepada AS
Israel menolak hasil pemungutan suara Majelis Umum PBB yang meminta Amerika Serikat (AS) untuk menarik keputusannya mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Israel juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump yang memilih untuk tetap kepada keputusannya.
"Israel menolak keputusan PBB dan pada saat yang sama puas dengan tingginya jumlah negara yang tidak memberikan suara untuk mendukungnya," kata sebuah pernyataan dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
"Israel berterima kasih kepada Presiden Trump atas pendiriannya yang tegas atas Yerusalem dan terima kasih kepada negara-negara yang memilih bersama Israel, bersama dengan kebenaran," imbuh pernyataan itu seperti dilansir dari Reuters, Jumat (22/12/2017).
Sidang darurat Majelis Umum PBB ini digelar atas permintaan negara-negara Arab dan Muslim. AS, yang mendukung sekutunya Israel, memveto resolusi tersebut pada hari Senin lalu di Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara.
Hasil voting Majelis Umum PBB menunjukkan hasil 128 menolak berbanding 9 suara mendukung pengakuan terhadap Yerusalem. Sementara 35 negara abstain. Dengan hasil ini, pengakuan Trump terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel batal dan tidak berlaku lagi.
Penyelenggaraan sidang darurat ini dibayangi oleh ancaman yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump. Trump mengancam akan memotong bantuan bagi negara yang tidak mendukung keputusan AS.
JAKARTA (Pos Kota) –Walaupun Amerika Serikat mengancam, pemerintah Indonesia tetap mendukung resolusi PBB menentang pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Presiden AS Donald Trump, mengancam akan mencabut bantuan keuangan bagi negara yang mendukung resolusi PBB.
Johan Budi, Juru bicara Istana Kepresidenan, mengatakan, sikap Indonesia yang menolak penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, tidak akan berubah. “Indonesia konsisten sejak dulu mendukung kepentingan rakyat Palestina,” kata Johan, Kamis (21/12)
Pemerintah Indonesia sudah memikirkan alternatif jalan keluarnya bila AS mencabut bantuannya. Progam hibah AS di Indonesia sejauh ini didominasi bantuan kesehatan, pendidikan dan lingkungan.
Sikap Indonesia, kata Johan, tergambar jelas dari kebijakan Presiden Joko Widodo yang sejak awal menolak klaim sepihak AS yang mendukung Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
“Bahkan Indonesia mengajak Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk juga mempunyai persepsi yang sama terkait Palestina,” kata Johan.(us)
Sekedar info mengenai penulis
Hamidi Azis Nasution sang Pelakon kehidupan. Berdarah Batak, besar dinegeri melayu riau. Mungkin sampai sekarang saya adalah tokoh yang masih penuh dengan mimpi di Indonesia. tidak banyak orang yang mengerti mengenai perjalanan hidup saya, jatuh bangunnya perjuangan yang dirasakan merupakan rujukan hidup yang sesungguhnya.
Seorang ibu pengendali dibelakang saya seorang ibu yang mampu mengkokohkan tungkai perjalan hidup ini. apa lah anti perjuangan tanpa pengharapan.
"Israel menolak keputusan PBB dan pada saat yang sama puas dengan tingginya jumlah negara yang tidak memberikan suara untuk mendukungnya," kata sebuah pernyataan dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
"Israel berterima kasih kepada Presiden Trump atas pendiriannya yang tegas atas Yerusalem dan terima kasih kepada negara-negara yang memilih bersama Israel, bersama dengan kebenaran," imbuh pernyataan itu seperti dilansir dari Reuters, Jumat (22/12/2017).
Sidang darurat Majelis Umum PBB ini digelar atas permintaan negara-negara Arab dan Muslim. AS, yang mendukung sekutunya Israel, memveto resolusi tersebut pada hari Senin lalu di Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara.
Hasil voting Majelis Umum PBB menunjukkan hasil 128 menolak berbanding 9 suara mendukung pengakuan terhadap Yerusalem. Sementara 35 negara abstain. Dengan hasil ini, pengakuan Trump terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel batal dan tidak berlaku lagi.
Penyelenggaraan sidang darurat ini dibayangi oleh ancaman yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump. Trump mengancam akan memotong bantuan bagi negara yang tidak mendukung keputusan AS.
JAKARTA (Pos Kota) –Walaupun Amerika Serikat mengancam, pemerintah Indonesia tetap mendukung resolusi PBB menentang pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Presiden AS Donald Trump, mengancam akan mencabut bantuan keuangan bagi negara yang mendukung resolusi PBB.
Johan Budi, Juru bicara Istana Kepresidenan, mengatakan, sikap Indonesia yang menolak penetapan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, tidak akan berubah. “Indonesia konsisten sejak dulu mendukung kepentingan rakyat Palestina,” kata Johan, Kamis (21/12)
Pemerintah Indonesia sudah memikirkan alternatif jalan keluarnya bila AS mencabut bantuannya. Progam hibah AS di Indonesia sejauh ini didominasi bantuan kesehatan, pendidikan dan lingkungan.
Sikap Indonesia, kata Johan, tergambar jelas dari kebijakan Presiden Joko Widodo yang sejak awal menolak klaim sepihak AS yang mendukung Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
“Bahkan Indonesia mengajak Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk juga mempunyai persepsi yang sama terkait Palestina,” kata Johan.(us)
Sekedar info mengenai penulis
Hamidi Azis Nasution sang Pelakon kehidupan. Berdarah Batak, besar dinegeri melayu riau. Mungkin sampai sekarang saya adalah tokoh yang masih penuh dengan mimpi di Indonesia. tidak banyak orang yang mengerti mengenai perjalanan hidup saya, jatuh bangunnya perjuangan yang dirasakan merupakan rujukan hidup yang sesungguhnya.
Seorang ibu pengendali dibelakang saya seorang ibu yang mampu mengkokohkan tungkai perjalan hidup ini. apa lah anti perjuangan tanpa pengharapan.
Comments
Post a Comment